Strategi Unik Agar Lolos Seleksi Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan akademisi. Bagi mereka-mereka yang ingin melanjutkan S2, LPDP banyak menjadi incaran, apalagi dengan sistem pembiayaan yang baik dan meng-cover segala kebutuhan selama kuliah.

Disini saya tidak akan bercerita panjang lebar mengenai bagaimana alur dan kondisi saat seleksi karena pasti sudah sangat banyak blog yang mengulas. Selain itu untuk persyaratan, buku panduan LPDP juga sudah sangat detail menjelaskannya. Bagi yang kurang jelas juga bisa ditanyakan lewat cso LPDP. Nah bagi yang ingin mengakses file-file yang saya submit ke LPDP atau informasi mengenai beasiswa LPDP, silahkan download disini for free, tapi kalo mau nyebarin baiknya ijin dulu sama saya yes, hihi.

Bagi yang ingin mengetahui bagaimana detail persiapan dan kondisi saat wawancara, silakan baca catatan kiky edward yang sangat lengkap dan recommended. Kiky Edward ini adalah Awardee LPDP Batch 1 2016 yang catatannya sangat lengkap dari mulai persiapan, IELTS, LGD dan lain-lain dan saya juga banyak me-refer dari blognya. So, I strongly recommend to read her blog.

Saya hanya ingin bercerita sedikit mengenai strategi saya agar bisa lolos beasiswa LPDP. Strategi ini alhamdulillah meloloskan saya di dalam proses seleksi beasiswa LPDP sekali tembak untuk dalam rangkaian seleksi batch II/2016.

  1. Essay yang “Nyambung” dengan Tujuan Studi. Mungkin di antara teman-teman ada yang pengalaman kerja atau pengalaman organisasinya sangat banyak. Pengabdiannya sangat banyak, ada di berbagai sektor dan sangat aktif. Tetapi hal itu tidak akan cukup terpapar dalam essay LPDP karena maksimal hanya 700 kata. 700 kata itu seberapa sih? Maksimal dua halaman loh! Kalau kita ceritakan semua pengalaman kita, maka pengalaman terbaik kita yang sesuai dengan bidang studi yang akan kita pelajari malah tenggelam. Saran saya, mending ketiga essay tersebut kita fokuskan menjadi satu benang merah saja. Misal: saya ingin melanjutkan studi ke development studies. Kontribusi yang saya pilih untuk saya ceritakan adalah pengalaman saya ketika terlibat dalam proyek pembangunan kawasan ekowisata mangrove. Sukses terbesar saya adalah ketika menjadi intern di Center for International Forestry Research (CIFOR) dan menjalani proyek di hutan gambut. Rencana studi saya berikut risetnya adalah tentang ketahanan wilayah terhadap iklim beserta langkah adaptasi dan mitigasinya. That’s it. Tidak perlu menyebutkan semua kontribusi atau prestasi kita karena semua juga sudah tercantum dalam CV atau form yang kita isi.
  2. Pemetaan SDM. Saya suka dengan strategi mas Ario Bimo Utomo, maka saya tiru strateginya. Bagaimana strateginya? Saya mengadakan riset kecil-kecilan melalui kuesioner kepada seluruh alumni jurusan S1 saya dan saya petakan pengabdian pascakuliah mereka. Seberapa banyak alumni yang memilih bekerja atau melanjutkan kuliah? Apabila bekerja, apakah mereka bekerja sesuai bidang atau lintas bidang? Bagaimana proyeksi diri para alumni ini kedepannya, dan apakah profesi dan peran yang akan saya tekuni nanti banyak peminatnya? Dalam waktu 3 hari saya sebar kuesioner, saya memperoleh 45 responden dan saya visualisasikan dalam pie chart. Pie chart ini kemudian saya ceritakan ketika wawancara berlangsung.5
  3. Bawa Semua Portofolio dan Kumpulkan dalam Satu Map. Saat wawancara, bawa semua portofolio atau bukti-bukti yang kita paparkan dalam formulir pendaftaran (CV) seperti bukti pengalaman kerja, karya-karya yang kita hasilkan, print out korespondensi dengan kampus dan bahkan foto-foto kegiatan sosial yang kita lakukan. Bawa semua dan kumpulkan dalam satu map sehingga ketika ditanyakan, kita sudah siap dengan jawaban beserta buktinya. Ini menunjukkan bahwa kita adalah calon awardee yang berintegritas sesuai dengan salah satu nilai budaya LPDP.
  4. Musictheraphy Menjelang Wawancara. Menjelang wawancara berlangsung, biasanya perasaan kita akan campur aduk menunggu giliran wawancara. Untuk menghindari distraksi dari peserta lain, bawalah headset dan dengarkan musik sebelum wawancara. Ini akan membuat perasaan kita menjadi tenang. Di screen akan terpampang nama kita jika kita dipanggil untuk wawancara, jadi jangan khawatir tidak mendengar panggilan wawancaranya. Jangan terpengaruh dengan peserta lain yang sedang latihan. Konsentrasi dan agak individual diperlukan pada saat ini. Jika ingin berkenalan dengan calon awardee lain bisa dilakukan setelah wawancara.
  5. Cari Rekan Seperjuangan dan Gabung di Grup LINE Calon Awardee. Ini sangat menguntungkan terutama untuk tes essay dan LGD. Akan sangat banyak dan blowing up isu-isu yang harus kita pelajari dan kuasai, tetapi semuanya akan mengerucut ketika kita memantau grup LINE, dimana grup LINE ini berisi tema-tema essay dan LGD yang diujikan, serta info up to date di loaksi wawancara (pemajuan dan pemunduran jam wawancara juga dipantau dari grup LINE ini). Saya tidak mengajari untuk cheating disini, tetapi ini akan sangat efektif dengan keterbatasan waktu kita daripada kita harus membaca semua isu karena kita bersaing dengan ribuan orang yang mungkin lebih siap dari kita. Fokus pada isu-isu yang diujikan saja, toh jawaban dan pemaparan dari setiap kandidat juga akan berbeda-beda. Sudut pandang dan konteks yang dijabarkan dalam essay maupun diutarakan dalam LGD juga akan berbeda-beda pula. So, it’s not cheating at all but such a better prepare.
  6. Detail Road Map Pasca Kuliah. Akan sangat baik ketika kita bisa membawa satu kertas berisi print out road map pasca kuliah kita. Apa yang akan kita lakukan right after graduation sampai menduduki posisi yang kita inginkan dalam rangka pengabdian kita terhadap bangsa ini. Road Map ini bisa kita sajikan dalam diagram atau print out powerpoint. Apa isinya? Misalnya begini: Saya bercita-cita ingin menjadi praktisi pembangunan di Kabupaten Batang. Atau kalau rakyat menghendaki, saya ingin menjadi Bupati Batang. Nah ketika saya wawancara, saya sudah membawa Road Map berisi tentang rencana pembangunan Kabupaten Batang Versi saya berikut detail masterplannya (walaupun masterplan kasar) serta rencana pencapaiannya (waktu dan bentuk bantuan internasional yang akan saya usahakan). Right after graduation, dengan sisa uang tabungan saya semasa kuliah, saya ingin mengikuti training ahli AMDAL karena setiap aspek pembangunan pasti memerlukannya. AMDAL adalah keterwakilan pembangunan yang mewakili analisis pada hampir semua bidang. Lalu saya juga paparkan mengenai skill, materi dan pengalaman apa saja yang akan saya pelajari di negara tujuan saya dan bagaimana cara saya untuk networking dengan negara tersebut untuk memperoleh bantuan internasional kelak. Tapi sebisa mungkin rencana ini real ya, jangan muluk-muluk nanti malah dibantai oleh pewawancara loh! ^^ Tetapi, jangan memperlihatkan kalau kita ‘gila jabatan/kekuasaan’. Mungkin dengan gaya bicara diplomatisnya seperti ini: “Menjadi Bupati hanya salah satu tools saya untuk membangun Kabupaten Batang. Kalaupun tidak menjadi Bupati, saya yakin saya masih bisa mengabdi di sektor lain dengan tetap memperjuangkan pembangunan Kabupaten Batang. Konsep ini hanya konsep saya, berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang selama ini saya lakukan di daerah saya sendiri”. Nah dengan begini, selain menunjukkan bahwa kita akan mengamalkan ilmu kita, kita akan terkesan memiliki jiwa kepemimpinan, sesuai dengan salah satu misi LPDP yaitu mencetak pemimpin masa depan Indonesia.
  7. Berikan Closing Impression yang Meyakinkan Sebelum Beranjak dari Meja Wawancara. Waktu wawancara, jujur saya sangat curious dengan beasiswa LPDP. Saya ingin menanyakan tentang ‘apakah ada beasiswa LPDP untuk kaum difabel’. Saya kemudian berfikir bahwa keingintahuan saya ini akan saya tanyakan di akhir sesi wawancara, karena selain memuaskan rasa ingin tahu saya, ini juga bisa menunjukkan kepedulian dan mungkin menjadi nilai plus. Mungkin. Tapi saya tulus lho nanyanya, bener-bener pengen tahu. Hehe. Pokoknya, tunjukkan bahwa kita benar-benar ingin membangun negeri, even itu dari hal terkecil sekalipun. Buatlah kesan baik ketika mengakhiri sesi wawancara, misalnya: berikan buku hasil karya kita yang sudah siap publish kepada pewawancara. How nice! Ingat, porsi wawancara itu 65% dari total keberhasilan kita loh.

Well, begitulah pemikiran saya. Semoga membantu dalam persiapan teman-teman ya. Be well-prepared, buat diri kalian sendiri worth it untuk menerima beasiswa bergengsi ini. Semangat teman-teman, jika ada yang ingin ditanyakan silakan share di kolom komentar ya. Senang bisa membantu dan sukses untuk kita semua ^^

Iklan

Satu pemikiran pada “Strategi Unik Agar Lolos Seleksi Beasiswa LPDP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s